Auroville
Auroville
  • Home
  • Sebuah Impian
  • Visi
  • Blog
  • Hubungi kami
  • Kunjungi Auroville
  • Lainnya
    • Home
    • Sebuah Impian
    • Visi
    • Blog
    • Hubungi kami
    • Kunjungi Auroville
  • Home
  • Sebuah Impian
  • Visi
  • Blog
  • Hubungi kami
  • Kunjungi Auroville

Visi

Auroville ingin menjadi sebuah kota universal tempat orang-orang, baik laki maupun perempuan, dari semua negara bisa hidup dalam kedamaian, keserasian progresif, di atas semua kepercayaan, semua politik dan semua kebangsaan. Maksud tujuan Auroville yaitu mewujudkan persatuan kemanusiaan. 


>>> Lebih banyak tentang Auroville dalam kata-kata pendirinya 


>>> https://auroville.org/page/vision

Siklus berikutnya dari kemanusiaan kita

“Setiap agama telah membantu umat manusia. Paganisme meningkatkan cahaya keindahan dalam diri manusia, keluasan dan ketinggian hidupnya, serta tujuannya untuk mencapai kesempurnaan yang beragam; Kekristenan memberinya visi tentang kasih ilahi dan kemurahan hati; Buddhisme telah menunjukkan jalan mulia untuk menjadi lebih bijaksana, lembut, dan murni; Yudaisme dan Islam menunjukkan bagaimana menjadi setia secara religius dalam tindakan dan dengan penuh semangat berbakti kepada Tuhan; Hindu telah membuka kemungkinan spiritual yang terbesar dan terdalam baginya. Sebuah hal yang luar biasa akan terjadi jika semua visi tentang Tuhan ini dapat saling merangkul dan melebur satu sama lain; tetapi dogma intelektual dan egoisme kultus menjadi penghalang."


“Semua agama telah menyelamatkan sejumlah jiwa, tetapi belum ada yang mampu menjadikan umat manusia sepenuhnya spiritual. Untuk itu diperlukan bukan sekadar kultus dan kepercayaan, tetapi sebuah upaya berkelanjutan dan menyeluruh untuk evolusi spiritual diri."


“Perubahan yang kita lihat di dunia saat ini bersifat intelektual, moral, dan fisik dalam cita-cita dan niatnya: revolusi spiritual menunggu saatnya dan sementara itu hanya memunculkan gelombang-gelombangnya di sana-sini. Hingga saat itu tiba, makna yang lain tidak dapat dipahami, dan sampai saat itu semua interpretasi tentang kejadian saat ini dan ramalan masa depan manusia hanyalah hal yang sia-sia. Karena sifat, kekuatan, dan peristiwa dari revolusi spiritual inilah yang akan menentukan siklus berikutnya dari kemanusiaan kita.”  

[Sumber: Sri Aurobindo “Thoughts and Glimpses”] 

Ajaran Sri Aurobindo

Ajaran Sri Aurobindo berangkat dari pandangan para 'rishi' kuno India bahwa di balik segala penampakan alam semesta terdapat suatu Realitas: Keberadaan dan Kesadaran yang satu, Diri semesta yang tunggal dan abadi. Semua makhluk sesungguhnya bersatu di dalam Diri dan Roh Yang Satu itu, tetapi tampak terpisah karena adanya kesadaran yang terbelah, yaitu ketidaktahuan akan Diri sejati dan Realitas yang sebenarnya dalam pikiran, kehidupan, dan tubuh. Melalui suatu disiplin psikologis tertentu, selubung kesadaran yang memisahkan ini dapat disingkap, sehingga kita menjadi sadar akan Diri sejati, akan Keilahian di dalam diri kita, dan di dalam segala sesuatu.


Ajaran Sri Aurobindo menyatakan bahwa Keberadaan dan Kesadaran Yang Satu itu terlibat dan tersembunyi di dalam Materi. Evolusi adalah cara melalui mana Ia membebaskan diri-Nya. Kesadaran muncul di dalam apa yang tampaknya tak sadar, dan setelah muncul, ia terdorong dari dalam dirinya sendiri untuk tumbuh semakin tinggi, sekaligus meluas dan berkembang menuju kesempurnaan yang makin besar. Kehidupan adalah langkah pertama dari pelepasan kesadaran ini; pikiran adalah langkah kedua. Namun evolusi tidak berhenti pada pikiran. Evolusi menantikan pelepasan menuju sesuatu yang lebih tinggi lagi, yaitu kesadaran yang spiritual dan supramental.


Langkah berikutnya dalam evolusi haruslah menuju berkembangnya Supermind dan Spirit sebagai kekuatan utama dalam diri makhluk sadar. Hanya dengan demikian Keilahian yang tersembunyi dalam segala sesuatu dapat membebaskan diri sepenuhnya, dan kehidupan pun menjadi mampu mewujudkan kesempurnaan. Akan tetapi, sementara tahap-tahap awal evolusi berlangsung melalui kerja Alam tanpa kehendak sadar pada tumbuhan dan hewan, dalam diri manusia Alam menjadi mampu berevolusi melalui kehendak sadar dalam instrumennya. Meski begitu, perubahan ini tidak dapat sepenuhnya dilakukan oleh kehendak mental manusia, karena pikiran hanya dapat melangkah sampai batas tertentu, lalu setelah itu hanya berputar-putar dalam lingkarannya sendiri. Karena itu diperlukan suatu perubahan mendasar, suatu pembalikan kesadaran, di mana pikiran harus berubah menuju prinsip yang lebih tinggi.


Metode untuk itu dapat ditemukan melalui disiplin psikologis kuno dan praktik Yoga. Di masa lampau, usaha ini biasanya ditempuh dengan cara menjauh dari dunia dan lenyap ke dalam ketinggian Diri atau Roh. Sri Aurobindo mengajarkan bahwa penurunan prinsip yang lebih tinggi itu mungkin terjadi, dan penurunan ini bukan hanya membebaskan Diri spiritual keluar dari dunia, tetapi juga membebaskannya di dalam dunia. Dengan demikian, ketidaktahuan pikiran atau pengetahuannya yang sangat terbatas dapat digantikan oleh kesadaran-kebenaran supramental, yang akan menjadi sarana yang memadai bagi Diri batin dan memungkinkan manusia menemukan dirinya bukan hanya secara batiniah, tetapi juga secara dinamis, serta bertumbuh melampaui kemanusiaannya yang masih bernuansa hewani menuju suatu ras yang lebih ilahi.


Disiplin psikologis Yoga dapat digunakan untuk tujuan ini dengan membuka seluruh bagian diri kepada perubahan atau transformasi melalui turunnya dan bekerjanya prinsip supramental yang lebih tinggi, yang selama ini masih tersembunyi. Namun hal ini tidak dapat dicapai sekaligus, tidak dalam waktu singkat, dan tidak melalui perubahan yang cepat atau ajaib. Seorang pencari harus menempuh banyak tahap sebelum penurunan supramental menjadi mungkin. Sebagian besar manusia hidup di permukaan pikirannya, kehidupannya, dan tubuhnya. Tetapi di dalam dirinya ada sosok batin dengan kemungkinan-kemungkinan yang jauh lebih besar, dan kepadanya manusia harus terbangun. Sebab selama ini, pengaruh yang diterimanya dari bagian batin itu masih sangat terbatas, meskipun justru pengaruh itulah yang terus mendorongnya untuk mencari keindahan, harmoni, kekuatan, dan pengetahuan yang lebih tinggi.


Karena itu, proses pertama Yoga adalah membuka wilayah-wilayah dari diri batin ini dan belajar hidup dari sana ke arah luar, dengan membimbing kehidupan lahiriah melalui cahaya dan kekuatan batin. Dalam proses itu, seseorang menemukan jiwanya yang sejati, yang bukan sekadar campuran unsur mental, vital, dan fisik di permukaan, melainkan sesuatu dari Realitas yang berada di balik semuanya itu, suatu percikan dari Api Ilahi yang satu. Ia harus belajar hidup dalam jiwanya, lalu memurnikan dan mengarahkan seluruh bagian lain dari kodratnya melalui dorongan jiwa menuju Kebenaran.


Setelah itu, dapat terjadi pembukaan ke atas dan turunnya prinsip Keberadaan yang lebih tinggi. Namun bahkan pada tahap itu pun, yang turun belumlah Cahaya dan Kekuatan supramental sepenuhnya. Sebab di antara pikiran manusia biasa dan Kesadaran-Kebenaran supramental terdapat beberapa tingkat kesadaran perantara. Tingkat-tingkat perantara ini harus dibuka, dan kekuatannya harus diturunkan ke dalam pikiran, kehidupan, dan tubuh. Hanya setelah itu kekuatan penuh dari Kesadaran-Kebenaran dapat bekerja dalam kodrat manusia. Oleh karena itu, proses disiplin diri atau sadhana ini panjang dan sulit. Tetapi bahkan sedikit kemajuan pun sangat berarti, karena itu membuat pembebasan dan kesempurnaan tertinggi menjadi lebih mungkin tercapai.


Ada banyak hal dari sistem-sistem lama yang tetap diperlukan di jalan ini: keterbukaan pikiran kepada keluasan yang lebih besar dan kepada rasa akan Diri serta Yang Tak Terbatas; masuk ke dalam apa yang disebut kesadaran kosmis; penguasaan atas keinginan dan hawa nafsu. Askese lahiriah tidak mutlak diperlukan, tetapi penaklukan keinginan dan keterikatan, serta pengendalian atas tubuh berikut kebutuhan, kerakusan, dan nalurinya, merupakan hal yang tak bisa diabaikan. Di sini terdapat perpaduan dari jalan-jalan lama: jalan pengetahuan melalui kemampuan pikiran membedakan antara Realitas dan penampakan; jalan hati melalui devosi, cinta, dan penyerahan; serta jalan karya yang mengalihkan kehendak dari motif kepentingan diri menuju Kebenaran dan pelayanan kepada Realitas yang lebih besar daripada ego.


Sebab seluruh diri manusia harus dilatih agar mampu menanggapi dan mengalami transformasi ketika Cahaya dan Kekuatan yang lebih tinggi itu mulai bekerja dalam kodratnya. Dalam disiplin ini, ilham dari Sang Guru, dan terutama pada tahap-tahap yang sulit, pengendalian serta kehadirannya, sangatlah penting. Tanpa itu, akan sangat sulit menempuh jalan ini tanpa banyak tersandung dan keliru, yang bisa menghalangi kemungkinan keberhasilan. Sang Guru adalah seseorang yang telah naik ke tingkat kesadaran dan keberadaan yang lebih tinggi, dan karena itu sering dipandang sebagai perwujudan atau wakil dari kesadaran tersebut. Ia membantu bukan hanya melalui ajarannya, dan lebih lagi melalui pengaruh serta teladannya, tetapi juga melalui kekuatan untuk menyalurkan pengalamannya sendiri kepada orang lain.


Inilah ajaran dan metode praktik Sri Aurobindo. Tujuannya bukan untuk mengembangkan satu agama tertentu, bukan untuk mencampurkan agama-agama lama, dan bukan pula untuk mendirikan agama baru, karena semua itu justru akan menjauhkan dari tujuan utamanya. Satu-satunya tujuan Yoganya adalah perkembangan batin diri, sehingga setiap orang yang menempuh jalan ini pada waktunya dapat menemukan Diri Yang Satu di dalam semua, dan menumbuhkan kesadaran yang lebih tinggi daripada kesadaran mental, yaitu kesadaran spiritual dan supramental, yang akan mentransformasikan dan mengilahikan kodrat manusia.


Februari 1934

  • Home
  • Sebuah Impian
  • Visi
  • Blog
  • Hubungi kami
  • Kunjungi Auroville

Copyright © 2024 Auroville

Didukung oleh

Situs web ini menggunakan cookie.

Kami menggunakan cookie untuk menganalisis lalu lintas situs web dan mengoptimalkan pengalaman Anda di situs web. Jika Anda menerima penggunaan cookie, data Anda akan digabungkan dengan data semua pengguna lainnya.

MenolakMenerima